Minggu, 31 Oktober 2010
Norming
Peran (Role) → perilaku yang biasa ditampilkan anggota kelompok yang menyediakan basis harapan berkaitan dengan peran orang dalam posisi bervariasi dalam kelompok
☼ Task roles : tugas
☼ Socioemotional roles : berhubungan dengan sosial
Teori 3 dimensi peran :
♠ dominance x submission
♠ friendly x unfriendly
♠ instrumentally controlled x emotionally expressive
Konflik peran : inter role (2/lebih peran yang dijalani orang lain) dan intra role (peran 1 orang dengan orang lain)
Norma (norm) → seperangkat aturan yang menggambarkan tindakan yang seharusnya diambil anggota kelompok
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Performing
Norman Triplett (1897) → fasilitasi sosial → kehadiran orang lain mempengaruhi performa seseorang
Coaction Paradigm → melakukan tugas di satu tempat, namun tidak saling berinteraksi. contoh : membaca di rental buku
Audience Paradigm (passive spectacors) → kehadiran orang lain menghambat performa. contoh : belajar di tempat ramai
Robert Zajonc → 2 respon :
- respon dominan → fasilitasi sosial meningkatkan performa → sesuai
- respon nondominan → fasilitasi sosial menurunkan performa → tidak sesuai
Performa Kelompok yang Berinteraksi
Tipologi Tugas (Steiner)
- Divisible : satu tugas untuk beberapa orang
- Unitary : kebalikan divisible → satu orang satu tugas
- Maximazing : mengutamakan kuantitas
- Optimazing : mengutamakan kualitas
- Additive : penambahan input individual
- Compensatory : rata-rata penilaian individu
- Disjunctive : kelompok harus punya satu jawaban spesifik terhadap satu masalah
- Conjunctive : tiap member melakukan tugas spesifik
- Discretionary : member bebas memilih metode yang digunakan
Meningkatkan Performa
wajib ada : komunikasi, perencanaan, dan prosedur khusus
Prosedur khusus :
Brainstorming
☼ expressiveness
☼ non-evaluative
☼ quantity
☼ building
NGT (Nominal Group Technique) : pemimpin memberikan masalah ke forum lalu ditulis di whiteboard. tiap member kemudian menuliskan alternatif masalah di whiteboard sebelum dipilih yang terbaik
Delphi Technique : cocok untuk orang dengan kualitas kinerja tinggi → ada kuesioner & feedback
Synectics : bentuk spesial dari brainstorming
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Jumat, 29 Oktober 2010
Storming
disagreement → confrontation → escalation → deescalation → conflict resolution
Disagreement ► perlu segera diidentifikasi masalahnya : salah paham atau bukan? urgent atau tidak?
Confrontation ► pertentangan terbuka (verbal attack) → polarisasi anggota kelompok
Escalation ► konflik makin tajam → anggota makin kasar → distrust, frustration, dan negative reciprocity
Deescalation ► konflik mulai menurun
Conflict Resolution ► akhir dari konflik, baik itu good ending atau bad ending
Mengolah konflik
1. Negosiasi :
- distributive issues : satu pihak puas, satu pihak lain mengikuti keputusan pihak yang puas
- integrative issues : = win-win solution
2. Membangun Kepercayaan : komunikasi keinginan individu dengan hati-hati
Mengapa terjadi konflik?
- Interdependence → bersifat kompetitif → konflik
- Influence strategies → affecting others, negative reinforcements → konflik
- Misunderstanding Misperception
Forming
Replacement Theory
orang bergabung ke kelompok karena keanggotaan dapat memuaskan kebutuhan dasar biologis/psikologis tertentu → afiliasi, penghargaan, rasa aman, pengakuan
Proses Pembentukan Kelompok
Identifikasi
energi emosi individu/libido diarahkan ke dirinya & orang lain.
Individu menjadikan orang lain sebagai ego ideal-nya.
Penerimaan orangtua sebagai objek kasih sayang anak membentuk ikatan kuat → kepuasan melalui sense of belonging → meningkatkan self-development
Transferen
pembentukan kelompok pada awal kehidupan individu mempengaruhi perilaku kelompok selanjutnya. pemimpin kelompok dianggap sebagai figur otoritas → seperti orangtua
Sosiobiology → berdasarkan Teori Evolusi Charles Darwin
orang bergabung dalam kelompok → untuk memuaskan keinginan berafiliasi secara biologis
Proses Pembandingan Sosial
Leon Festinger → orang butuh orang lain karena mereka perlu info tentang diri mereka & lingkungan mereka → dibandingkan denga opini orang lain apakah valid, benar, sesuai
Pertukaran Sosial
mempertimbangkan reward dan cost → minimax principle (reward sebesar-besarnya, cost sekecil-kecilnya *sangat ekonomi*)
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Jumat, 22 Oktober 2010
Dinamika Gerakan Massa & Individu Dalam Massa
- Pemusatan perhatian
- Penciptaan suasana kebersamaan
- Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
- Pemimpin mengarahkan massa ke aktivitas yang dituju
Individu Dalam Massa
- Kehilangan kepribadian sadar & rasional
- tindakan kasar & irasional, sangat menurut pada pemimpin
- Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan yang menyebabkan agres
Massa Aktif & Massa Pasif
Massa Aktif → MOB
terbentuk karena :
► problem yang cukup serius → penyelesaiannya tertunda → keyakinan bahwa problem harus diselesaikan
penyebab :
► perasaan tidak puas
bertukar pikiran → ide baru
contoh : demo, perkelahian
Massa Pasif → AUDIENCE
belum melakukan tindakan nyata
misalnya : pendengar ceramah
sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Massa Abstrak & Massa Konkrit
Massa Abstrak
☼ belum terikat satu kesatuan
☼ belum memiliki norma/motif dan tujuan
Alasan timbul :
♦ ada kejadian menarik
♦ individu mendapat ancaman
♦ kebutuhan tidak terpenuhi
Massa Konkrit
☼ kesatuan mind dan sikap
☼ ikatan batin dan persamaan norma
☼ struktur jelas
☼ dinamis dan emosional
Perbedaan
■ Ego → MA : pribadi, MK : massa
■ MA : terpimpin, MK : kepentingan kritis
MA = Massa Abstrak
MK = Massa Konkrit
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Definisi Psikologi Massa
kumpulan orang dalam jumlah besar yang berkumpul dalam satu kegiatan dan sifatnya sementara
Psikologi Massa
Kamus Lengkap Psikologi :
"Studi tentang tingkah laku kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang terorganisir dengan sangat longgar"
Chaplin, 1972 :
"Termasuk psikologi khusus, mempelajari perilaku manusia dalam loosely organized group"
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Rabu, 13 Oktober 2010
Massa vs Agregat
- karakteristik tertentu
- tidak saling kenal
- tidak berinteraksi
Massa :
- temporer
- tujuan sama
- tidak berstruktur
pada massa, masih ada interaksi dan percampuran ego, sementara agregat tidak terjadi interaksi → tidak ada percampuran ego
Sumber
Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti
Jenis-Jenis Kelompok
2. Kelompok kecil → kelompok primer dimana ada face to face, saling tergantung, dan ada identitas kelompok yang sangat kuat
☼ menurut Shaw : kelompok kecil max. 20 member, dan kelompok primer contohnya keluarga
3. Organisasi → sekumpulan orang yang memiliki tujuan sama & struktur jelas
4. Massa → temporer, tujuan sama, tidak berstruktur
Robbins membagi kelompok dalam 6 jenis :
1. kelompok formal → organisasi status
2. kelompok informal → karena kebutuhan sosial
3. kelompok komando → ada atasan & bawahan
4. kelompok tugas → kerjasama menyelesaikan suatu pekerjaan
5. kelompok kepentingan (interest) → tujuan khusus, melibatkan semua orang dalam kelompok
6. kelompok persahabatan → karakteristik sama
Kelompok Formal & Informal
kelompok formal :
- keputusan managerial
- izin/status resmi
- ada anggaran
- problem solving secara rasional & obyektif
- mencapai tujuan organisasi
kelompok informal :
- tidak resmi
- berdasarkan persahabatan
- bersifat kekeluargaan
Karakteristik Keluarga Primer
- kualitas komunikasi dalam & luas
- bersifat personal
- lebih pada aspek hubungan daripada aspek isi
- ekspresif
Sumber
Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma. Klara Innata Arishanti (dengan tambahan yang tertera dalam handout)
FIRO
Merupakan teori interaksi yang berorientasi pada psikoanalisis dan dikemukakan oleh William Schultz ► orang mengorientasikan dirinya sendiri pada orang lain dengan suatu cara yang merupakan determinan yang mempengaruhi perilakunya dalam hubungan interpersonal.
interaksi masa kanak-kanak dan apakah 3 kebutuhan yang dibahas dibawah dapat terpenuhi atau tidak akan mempengaruhi interaksi selanjutnya.
Pola hubungan interpersonal dijelaskan dalam 3 kebutuhan :
- inclusion (keikutsertaan) : perasaan sebagai anggota kelompok
☼ undersocial → ex. : minder, menarik diri
☼ social → ex. : tahu situasi
☼ oversocial → ex. : overacting
orang dengan need of inclusion kuat akan tampak pada perilaku untuk dikenal, terkemuka, dsb
- control (dominasi) : keinginan untuk mendominasi & didominasi
☼ abdicrat : penurut
☼ democrat : asertif
☼ autocrat : otoriter
orang dengan kebutuhan mengontrol akan suka memberontak dan melawan, sementara yang kebutuhan untuk dikotrolnya tinggi cenderung pasif
- affection (kasih sayang) → emotional feeling
☼ underpersonal → menolak hubungan dekat
☼ personal → independent
☼ overpersonal
interaksi → kompatibel atau tidak?
3 macam kompabilitas yang terjadi pada tiap kebutuhan :
- interchange compability → bds mutual expression → kompatibel : sama2 bertukar keinginan
- Originator compability → ada kecocokan dengan apa yang diharapkan pihak lain dalam berbagai aspek
- reciprocal compability → saling memuaskan secara timbal-balik
Sumber :
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Tahap-Tahap Masuk Kelompok
Prospective Member
disebut juga calon anggota. baik calon anggota maupun kelompok yang akan dimasuki akan saling mengevaluasi. bila responnya positif, maka calon anggota sudah menjadi anggota baru dalam kelompok tsb
biasanya, dalam mengevaluasi, baik calon anggota maupun kelompok yang bersangkutan akan mengabaikan hal-hal negatif. calon anggota mengabaikan hal-hal negatif dari kelompok, sementara kelompok memberikan informasi-informasi yang sekiranya dibutuhkan anggota (menutupi jelek-jeleknya ☺)
New Member
merupakan anggota yang baru masuk kelompok dan sedang beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan dalam kelompok tersebut.
Full Member
bila seorang new member dianggap mampu memenuhi tuntutan-tuntutan dalam kelompok, ia akan diberi status & peran yang cukup penting. Dalam tahap ini, anggota sudah cukup mapan kedudukannya dalam kelompok dan hubungannya dengan anggota lain lebih intens
Marginal Member
yang termasuk dalam tahap ini adalah anggota-anggota yang menemukan beberapa ketidakcocokan atau keraguan terhadap kelompok tempatnya bernaung.
Ex-Member
disebut demikian ketika seorang anggota sudah tidak terikat lagi pada peraturan kelompok semula, dan dalam beberapa kasus, ia pindah ke kelompok lain (kutu loncat)
Sumber
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Plus-Minus Masuk Kelompok
☼ Interaksi sosial
☼ Social support ► social approval (mis. bakti sosial) dan belief confirmation
☼ Group member characteristic ► competence dan physical attractiveness
- nya...
♫ primary tension. biasanya terjadi saat seseorang baru masuk kelompok
♫ personal investments. misalnya iuran rutin, waktu, tenaga, barang, dll
♫ social rejection. contohnya jika masuk dalam kelompok lesbian
♫ intervensi
♫ reactance
Sumber
Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma oleh Klara Innata Arishanti
Selasa, 12 Oktober 2010
Saya Masuk Kelompok Karena...
secara garis besar, motivasi seseorang bergabung dalam suatu kelompok adalah :
♪ ingin mencapai tujuan, dimana kalau hanya sendirian tujuan tersebut tidak dapat / sulit tercapai.
♪ ingin memenuhi kebutuhan
♪ mendorong pengembangan konsep diri & harga diri
♪ memberikan pengetahuan & informasi
♪ mendapat benefit-benefit khusus yang belum tentu didapat jika tidak masuk kelompok
ada 3 ahli yang memberikan pendapatnya mengenai faktor yang membuat seseorang masuk kelompok :
Forsyth
- pemenuhan kebutuhan psikologis seperti rasa aman
- meningkatkan ketahanan adaptif
- memenuhi kebutuhan akan informasi
Shaw
☼ Ketertarikan interpersonal
☼ Aktivitas kelompok
☼ Tujuan kelompok
☼ Membership kelompok
☼ Kemudahan2 setelah menjadi anggota kelompok
Robbins
► Safety
► Status
► Self achievement
► Pertalian (afiliasi)
► Power (kekuasaan)
► Pencapaian tujuan
Sumber :
Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma oleh Klara Innata Arishanti
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Sabtu, 09 Oktober 2010
PDKT Studi Kelompok : Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kelompok
ada 2 faktor :
1. Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok
- Hare, 1952 -> Ukuran efektif dalam kelompok : 5 orang
- 5 jaringan komunikasi (jarkom) :





- Kohesi Kelompok : kekuatan yang membuat anggota tetap bertahan dalam kelompok (Collins & Raven)
ukuran kohesi kelompok (Mc David & Harori)
a. ketertarikan interpersonal
b. ketertarikan pada kegiatan dan fungsi kelompok
c. ketertarikan pada kelompok sebagai alat pemenuh kebutuhan
- Kepemimpinan : komunikasi positif, mempengaruhi kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok (Cragan & Wright)
2. Faktor Personal : Karakteristik Member
- proses interpersonal : openness, trust, sympathy
- kebutuhan interpersonal : Schultz (FIRO) -> inclusion, control, affection
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma
PDKT Studi Kelompok : Karakteristik Kelompok
1. Interaksi -> fisik, verbal, non-verbal, emosional
2. Struktur -> pola hubungan stabil antara anggota
Role
Norma
Relasi antar anggota
3. Tujuan
Intrinsik
Ekstrinsik (bersama) -> faktor pemersatu paling kuat dan memotivasi perilaku tertentu untuk mencapai tujuan
4. Groupness -> kesatuan kelompok
5. Ketergantungan dinamis
Sumber : Handout Psikologi Kelompok Universitas Gunadarma
PDKT Studi Kelompok : Teori Prestasi
disebut juga Produktivitas Kelompok
dikembangkan dari 3 teori yang orientasinya berbeda :
a. orientasi penguat (belajar)
b. orientasi lapangan (interaksi)
c. orientasi kognitif (harapan)
Input (dari anggota) : interaksi, performance, harapan
Variabel Media :
a. Struktur Formal : fungsi dan status
b. Struktur Peran : tanggung jawab dan otoritas
Output (prestasi) : produktivitas, moril, integrasi -> feedback input
Sumber : Handout Psikologi kelompok Universitas Gunadarma
PDKT Studi Kelompok : Teori Sintalitas
disebut juga :
pendekatan empirical-statistical (Cartwright & Zender)
transorientational (Shaw & Constanzo)
teori ini mengandung 2 bagian yang saling berkaitan : dimensi kelompok dan dinamika sintalitas
Dimensi Kelompok
terdapat 3 kategori :
1. Sifat-sifat Populasi : sifat-sifat individu yang membentuk kelompok
2. Sintalitas : kepribadian kelompok -> sifat-sifat sintalitas : pengaruh kelompok sebagai totalitas
3. Sifat-sifat struktur internal : hubungan antar-anggota kelompok dan sifat-sifat struktur yang dipantulkan dalam pola organisasi kelompok.
Dinamika Sintalitas
konsep pokok dalam analisis : Sinergi (totalitas sinergi individu dalam kelompok)
2 macam Aktivitas Kelompok :
a. mempertahankan atau merawat kelompok
b. mencapai tujuan kelompok
spesifikasi sifat-sifat sinergi
1. kelompok dibentuk untuk memuaskan kebutuhan individu
2. jumlah sinergi kelompok = resultan vektorial atau hasil sikap anggota terhadap kelompoknya
3. sinergi efektif bertujuan untuk mencapai tujuan di luar kelompok -> membentuk pola reaksi kelompok
4. tiap anggota kelompok dapat menggunakan kelompok untuk tujuan pribadi
5. pola perilaku kelompok seperti kesetiaan, ketaatan, dsb dipelajari berkaitan dengan hukum efek
6. anggota kelompok mungkin mengalami overlapping, tetapi sinergi total kelompok tetap konstan selama sinergi kelompok tetap pada tingkat yang sama saat menuju tujuan yang sama
7. adanya kesejajaran erat antara sifat-sifat pribadi anggota dengan sifat-sifat sintalitas kelompok.
Sumber : Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Jumat, 01 Oktober 2010
Dinamika Kelompok - Orientasi Teoritis : Apa Saja yang Mempengaruhi Efektivitas Kelompok?
1. Tujuan
☼ mudah dimengerti anggota (easy to understand)
☼ relevan dengan kebutuhan anggota (relevant)
☼ mengisyaratkan interdependensi
☼ menambah tinggi komitmen anggota untuk mencapai tujuan
2. Komunikasi → sharing ide-ide dan perasaan antar anggota (idea and feeling sharing)
3. Partisipasi dan leadership wajib terdistribusi antar anggota
☼ tanggung jawab
☼ anggota terlibat dalam pekerjaan kelompok
☼ setia pada kebutuhan kelompok
☼ puas terhadap keanggotaan
☼ mampu memanfaatkan sumber daya / potensi dengan baik
☼ kohesivitas* kelompok meningkat
4. Prosedur pengambilan keputusan harus tepat dan fleksibel (AF - accurate and Flexible)
5. Kekuasaan dan pengaruh (Power and Influence)
6. Konflik : kontroversi ide/opini yang disampaikan anggota
► Pemicu : NSR → need, scarcity, rivalry (kebutuhan, kelangkaan, persaingan)
► Cara Mengatasi :
♫ Negosiasi
♫ Kerjasama
♫ Saling bergantung
7. Kohesivitas* meningkat
☼ saling menyukai
☼ ingin terus berada dalam kelompok
☼ puas dengan keanggotaan
☼ peningkatan penerimaan, dukungan, dan kepercayaan
8. Kemampuan memecahkan masalah
FSE (feeling, solving, evaluating)
☼ merasakan
☼ mencari dan menetapkan solusi
☼ mengevaluasi efektivitas solusi
*) Kohesivitas : hubungan antar anggota kelompok
Sumber :
Handout Psikologi Kelompok. Klara Innata Arishanti. 2005
google (gambar)
Dinamika Kelompok - Pengertian
· mengacu pada apa yang terjadi dalam situasi kelompok
Karena Lewin adalah seorang penganut Psikologi Gestalt, maka beliau menyatakan bahwa :
► Kelompok harus berupa Gestalt : suatu konfigurasi yang memiliki suatu sistem kesatuan yang tidak dapat dipahami.
dan dirumuskan menjadi :
B=ƒ(P,E)
dimana :
B = Behavior
ƒ = fungsi
P = Person (individu)
E = Environment (lingkungan tempat P berada)
Bila dibahasakan akan menjadi "Behavior is a function of the Person and his or her Environment" - Tingkah laku merupakan fungsi dari individu dan lingkungannya.
Formula di atas dikenal dengan sebutan Lewin's Equation.
Perilaku kelompok → interaksi karakter personal & interaksi faktor lingkungan
Definisi lain dari Dinamika Kelompok :
"bidang penelitian yang bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang kelaziman kelompok, hukum perkembangan, dan hubungan individu, kelompok lain, dan institusi yang lebih besar." (Cartwright dan Zander)
Syarat - syarat (Lewin) :
1. Berawal dari level kelompok → level individu
2. Fokusnya adalah variabel-variabel yang ada sekarang
3. Mewakili kekuatan dalam situasi kelompok
sumber :
Wikipedia - Lewin's Equation
Handout Psikologi Kelompok. Klara Innata Arishanti. 2005
Rabu, 29 September 2010
Kelompok - Pengertian
Ada banyak tokoh yang memberi definisi terhadap kelompok, dengan dilihat dari berbagai aspek.
Berikut definisi kelompok dari beberapa tokoh berdasarkan aspek-aspeknya :
Berdasarkan Interaksi Interpersonal
Bonner
"A group is a number of people in interaction with one another, and it's the interaction process that distinguishes group from an aggregate" - Kelompok adalah sejumlah individu yang saling berinteraksi, dimana interaksi tersebut membedakan kelompok dengan agregat
Homans
"Kelompok adalah sejumlah individu yang berkomunikasi satu sama lain dalam jangka waktu tertentu. Jumlah individu tersebut tidak banyak, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi secara langsung."
Stogdill
"Kelompok adalah suatu sistem interaksi terbuka dimana struktur sistem tersebut menentukan pola interaksi."
Berdasarkan Persepsi
☼ asumsi bahwa anggota kelompok menyadari bahwa ada persepsi bersama akan hubungannya dengan anggota lain.
Smith
"A social group is a unit consisting of a plural number of separate organisms/agents who have a collective perception of their unity and have the ability to act in a unitary manner toward their environment." - Kelompok sosial adalah sebuah unit yang terdiri atas sejumlah anggota yang memiliki persepsi bersama tentang kesatuan mereka dan mampu bertindak dalam cara yang sama terhadap lingkungan mereka.
Bales
"Kelompok kecil merupakan sejumlah orang yang berinteraksi secara langsung dimana setiap anggota menerima persepsi dan impresi pertama dengan yang lain dan bereaksi satu sama lain."
Berdasarkan Motivasi
Bass
"a group is a collection of individuals whose existence as a collection is rewarding to the individuals." - menekankan pada rewarding kelompok kepada individu-individu yang menjadi anggotanya.
Berdasarkan Tujuan
Mills
"a small groups are units composed by two or more persons who come into contact for a purpose and who consider the contact meaningful." - Pengertian kelompok dilihat dari purpose dan bagaimana memandang kontak kelompok sebagai sesuatu yang berarti.
Berdasarkan Interdependensi (Ketergantungan)
Fiedler
"A set of individuals who share a common fate, that is who are interdependent in the sense that an event which affects one member is likely to after all." - Sekumpulan individu yang memiliki nasib sama, yaitu saling bergantung dalam arti bahwa suatu peristiwa yang terjadi pada satu anggota akan mempengaruhi anggota yang lain
Cartwright & Zander
"A group is a collection of individuals who have relations to one another that make them interdependence to some significant degree." - Kelompok merupakan kumpulan individu yang berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan ketergantungan dalam derajat tertentu.
Definisi Lain
Baron & Byrne
Kelompok memiliki 2 tanda psikologis :
1. sense of belonging
2. persamaan nasib anggota kelompok
maka : hasil setiap anggota kelompok saling berkaitan
Sumber :
Handout Psikologi Kelompok. Klara Innata Arishanti. 2005
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Kelompok - Sejarah
Selanjutnya ditunjukkan bahwa kelompok tidak hanya dapat mempertinggi perorma seseorang (social facilitation), namun juga dapat menurunkan performa (social loafing).
Ringlemann ► bekerja dalam kelompok relatif besar hasilnya tidak sebaik kerja sendiri ► karena makin besar suatu kelompok, makin kecil tanggung jawab pribadi
akhir 1920 - 1930 ► problem solving : sendiri atau berkelompok?
hasilnya adalah, problem solving lebih efektif jika dilakukan berkelompok
akhir 1930 ► Kurt Lewin, Lippitt, dan White ► meneliti pengaruh berbagai gaya leadership : otokratis, demokratis, laissez-faire
social issues dapat diteliti dalam laboratorium (eksperimental)
Lahir tanggal 9 September 1890 di propinsi Posen di Prusia (sekarang merupakan bagian dari Polandia). Mulanya ingin belajar ilmu kedokteran, namun pada tahun 1910 Lewin pergi ke Berlin dan mempelajari psikologi sampai meraih gelar doktor pada tahun 1914. Setelah bertugas sebagai prajurit infantri pada Perang Dunia I, Lewin kembali ke Universitas Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada lembaga psikologi. Pada tahun 1926, Lewin diangkat sebagai profesor. Saat di Universitas Berlin, Lewin dan mahasiswanya banyak menerbitkan makalah eksperimental dan teoritis. Pada masa Hitler, Lewin adalah profesor tamu di Universitas Stanford. Setelah urusan di Jerman beres, Lewin pindah ke Amerika Serikat, dan menetap disana hingga akhir hayatnya. Lewin wafat tanggal 9 Februari 1947 di Massachussetts pada usia 56 tahun.
Lewin menjadi profesor dalam bidang psikologi anak-anak di Universitas Cornell selama 2 tahun (1933-1935) sebelum dipanggil untuk menjadi profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak di Universitas Negeri Iowa. Tahun 1945, Lewin diangkat sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian Dinamika Kelompok di MIT.
Sumber :
Hall, Calvin S. dan Gardner Lindzey. 1993. Psikologi Kepribadian 2 : Teori-Teori Holistik (Organismik - Fenomenologis). Yogyakarta: Kanisius
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Wikipedia - Kurt Lewin (gambar)Psikologi Kelompok – Samakah dengan Psikologi Sosial?
Agregat
ciri-ciri :
☼ Tidak saling kenal
☼ Tidak ada interaksi
☼ Ada kesamaan (karakteristik tertentu)
contoh : beberapa orang yang sedang menunggu kereta ekonomi di stasiun, orang-orang yang mengantri tiket
Audiens
ciri-ciri :
☼ melakukan hal sama pada satu waktu
☼ tidak saling kenal
☼ interaksi kurang
contoh : penonton konser, pengguna komputer di warnet
Crowd
ciri-ciri :
☼ ada kedekatan fisik
☼ berinteraksi terhadap suatu stimulus atau pada situasi umum
contoh : pendemo di depan gedung MPR, orasi di bundaran HI
Team
ciri-ciri :
☼ ada interaksi secara teratur (harian, mingguan, dwi-mingguan, dsb)
☼ memiliki aktivitas atau tujuan tertentu
contoh : kesebelasan sepak bola, tim basket, tim baseball
Family
ciri-ciri :
☼ ada hubungan darah atau ikatan hukum
☼ tinggal di satu tempat (seatap)
Formal Organization
ciri-ciri :
☼ ada kerja sama
☼ memiliki struktur yang jelas
☼ ada tujuan bersama dan visi-misi untuk mencapai tujuan tersebut
contoh : OSIS, BEM, MPK, Parpol, organisasi kerja
Psikologi Sosial : ilmu yang berkaitan dengan interaksi manusia.
Shaw & Constanzo → Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individual sebagai fungsi stimulus-stimulus sosial.
Baron & Byrne → Psikologi Sosial adalah bidang ilmu yang mencari pemahaman tentang asal mula dan penyebab terjadinya pemikiran serta perilaku individu dalam situasi sosial.
objek studinya :
► individu
► kelompok
► hubungan diantaranya (individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok)
Psikologi Kelompok merupakan bagian dari Psikologi Sosial, dan kedua cabang ilmu ini saling terkait satu sama lain.
Kenapa?
Karena objek studi psikologi sosial adalah tingkah laku individu dalam hubungannya dengan situasi sosial. Sedangkan situasi sosial sangat berkaitan dengan keberadaan kelompok, dan tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh kelompok dimana individu tersebut berada.
Secara sederhana, hubungan antara psikologi sosial dengan psikologi kelompok dapat digambarkan dengan diagram 1 :
Diagram 1 - psikologi kelompok merupakan bagian dari psikologi sosial
Nama lain untuk psikologi kelompok adalah dinamika kelompok, dengan tokohnya Kurt Lewin.
Sejarah tokoh dibahas pada posting berikutnya
sumber :
Hand Out Psikologi Kelompok. Klara Innata Arishanti. 2005
Sarwono, Sarlito W. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
Walgito, Bimo. 2007. Psikologi Kelompok. Yogyakarta: Penerbit ANDI
Dinamika Sosial dan Psikologi Sosial
Wikipedia - Kurt Lewin (gambar)